Bagikan:

JAKARTA - Jenazah delapan petugas medis Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) yang diserang di Gaza lebih dari sepekan lalu telah ditemukan. Tersisa satu pekerja yang belum diketahui keberadaannya.

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengatakan pihaknya "terkejut" dengan kematian tersebut.

"Jenazah mereka telah diidentifikasi hari ini dan telah dibawa untuk dimakamkan secara terhormat. Para staf dan relawan ini mempertaruhkan nyawa mereka sendiri untuk memberikan dukungan kepada orang lain," kata ICRC dilansir Reuters, Senin, 31 Maret.

PRCS mengatakan mereka juga menemukan jenazah enam anggota pertahanan sipil dan satu karyawan PBB dari daerah yang sama.

Pasukan Israel disebut menargetkan para pekerja tersebut. Sementara pernyataan Palang Merah tidak menyebutkan siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Militer Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah mengatakan seorang pekerja dari kelompok PRCS yang beranggotakan sembilan orang masih belum ditemukan. Kelompok tersebut hilang pada tanggal 23 Maret.

Insiden tersebut merupakan serangan paling mematikan terhadap pekerja Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di mana pun sejak tahun 2017, kata IFRC.

"Saya patah hati. Para pekerja ambulans yang berdedikasi ini menanggapi orang-orang yang terluka. Mereka adalah pekerja kemanusiaan," kata Sekretaris Jenderal IFRC Jagan Chapagain.

"Mereka mengenakan lambang yang seharusnya melindungi mereka; ambulans mereka ditandai dengan jelas," sambungnya.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, setidaknya 1.060 petugas kesehatan telah tewas dalam 18 bulan sejak Israel melancarkan serangannya di Gaza setelah pejuang Hamas menyerbu Israel selatan pada 7 Oktober 2023.

Badan global tersebut mengurangi personel staf internasionalnya di Gaza hingga sepertiga karena masalah keselamatan staf.