JAKARTA - Militer China telah memulai latihan gabungan angkatan darat, angkatan laut, dan pasukan roket di sekitar Taiwan, Selasa, 1 April.
Latihan ini menjadi peringatan keras dan pencegah yang kuat terhadap kemerdekaan Taiwan.
China bahkan menyebut Presiden Taiwan, Lai Ching-Te sebagai 'parasit.'
China, yang tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa Taiwan yang diperintah secara demokratis di bawah kendalinya, telah meningkatkan tekanan militer dan politik terhadap pulau itu dalam beberapa tahun terakhir.
"Fokusnya adalah pada latihan seperti patroli kesiapan tempur di laut dan di udara, merebut kendali komprehensif, menyerang target maritim dan darat, dan menerapkan kontrol blokade di area dan rute utama," kata pernyataan Komando Teater Timur di saluran resmi WeChat dikutip dari Reuters, Selasa, 1 April.
Sebuah poster yang menyertai latihan berjudul "Closing In", dan memperlihatkan kapal perang China dan jet tempur mengitari pulau itu, dirilis tak lama setelah pengumuman di Weibo Komando Teater Timur.
Sebuah video berjudul "Shell", dan menggambarkan Lai Ching-Te sebagai serangga kartun yang dipegang oleh sepasang sumpit di atas Taiwan yang terbakar, ada di halaman WeChat Komando Teater Timur.
BACA JUGA:
"Parasit meracuni pulau Taiwan. Parasit melubangi Pulau. Parasite mendekati kehancuran akhir, " kata animasi itu.